Badai Mematikan di Filipina Tewaskan 67 Warga Setempat

  • Whatsapp
Badai mematikan di Filipina tewaskan 67 warga setempat (net)
Badai mematikan di Filipina tewaskan 67 warga setempat (net)

MANILA – Jumlah korban tewas akibat badai yang melanda Filipina meningkat menjadi 67 orang, selain banyak juga perumahan di wilayah utara Filipina yang terendam banjir.

Presiden Rodrigo Duterte diketahui langsung bertolak ke Provinsi Tuguegarao untuk mengetahui situasi terkini di wilayah yang dilanda banjir akibat badai yang menyebabkan tingginya curah hujan dan menyebabkan banjir di berbagai wilayah Filipina termasuk Ibu Kota Manila.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 22 kematian tercatat di Cagayan, 17 di selatan Luzon, 8 di Metro Manila, dan 20 di dua wilayah lainnya, kata Mark Timbal, juru bicara badan penanggulangan bencana setempat mengutip Reuters.

Sementara 12 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan hampir 26.000 rumah dirusak oleh badai Vamco tersebut.

“Ini adalah banjir terparah yang kami alami dalam 45 tahun terakhir,” kata Gubernur Cagayan Manuel Mamba saat memberikan penjelasan  kepada Duterte.

Enam badai diketahui melanda Filipina hanya dalam rentang waktu empat minggu, dua diantaranya adalah badai Vamco dan Badai Topan Super Goni yang dinilai badai terkuat pada tahun ini.

Durtete juga memerintahkan agar operasi penabangan pohon dan panambangan ilegal di Cagayan segera dihentikan.

“Kami selalu berbicara tentang penebangan dan penambangan ilegal, tapi tidak pernah dilakukan tindakan,” kata Duterte.

Vamco, diketahui merupakan topan ke-21 yang melanda negara Filipina pada tahun ini, badai-badai tersebut juga menyebabkan banjir terparah dalam beberapa tahun belakangan di beberapa bagian negara tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *