Mulai Terobosan Baru, Badan Antariksa Eropa Rekrut Astronaut Penyandang Difabel

  • Whatsapp
Badan antariksa Eropa rekrut astronaut penyandang difabel (NET)
Badan antariksa Eropa rekrut astronaut penyandang difabel (NET)

LONDON – Badan Antariksa Eropa (ESA) melakukan beberapa terobosan, salah satunya adalah dengan melakukan perekrutan astronaut difabel. Ini merupakan pertama kalinya di dunia sebuah badan antariksa merekrut astronaut penyandang disabilitas untuk yang pertam kalinya di dunia.

Kepala ESA, Josef Aschbacher mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah mencari 22 orang calon astronaut. Hingga kini, setidaknya sudah ada sekitar 22.000 pelamar yang melamar untuk program luar angkasa tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin meluncurkan (program) astronaut penyandang disabilitas, yang mana ini akan menjadi yang pertama kalinya (di dunia),” kata¬†Josef pada Jumat, 25 Juni 2021.

“Saya juga senang untuk ESA atas ini karena ini menunjukkan bahwa luar angkasa adalah untuk semua orang,” lanjutnya.

Ia juga menyebutkan bahwa ESA juga ajan mengembangkan teknologi yang akan membuat para penyandang disabilitas bisa mendapat peran penuh atas program di luar angakasa. Bahkan, nantinya bukan tidak mungkin jika para penyandangan disabilitas juga akan diterjunkan dalam misi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) atau lainnya.

Aschbacher mengungkapkan dahulu dirinya pernah melamar menjadi astronaut ESA ketika masih duduk di bangku pelajar. Ia menyebutkan dulu untuk melamar menjadi astronaut terkesan sangat eksklusif bahkan terlalu ‘culun’ namun kini mendaftar menjadi astronaut merupakan hal yang lumrah karena sudah banyaknya pelamar yang menginginkan menjadi astronaut bahkan dari seluruh dunia.

Ia menyebut, para pelamar untuk program luar angkasa di ESA tahun ini bahkan sudah hampir 3 kali lipat jika dijumah dengan pelamar dari 1 dekade lalu. Bahkan, seperempat dari pelamar astronaut ini adalah perempuan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *