Tumbuhkan Kemandirian Bangsa, BWI Ajak Kaum Milenial Jadikan Wakaf Sebagai Gaya Hidup

  • Whatsapp
Ketua BWI Mohammad Nuh

JAKARTA – Badan Wakaf Indonesia (BWI) mengajak kaum milenial jadikan wakaf sebagai gaya hidup sehari-hari. BerWakaf merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup umat.

Ketua BWI Mohammad Nuh mengatakan dengan berwakaf yang digalakan oleh masyarakat maka kesejahteraan dan kualitas dakwah akan meningkat.

Bacaan Lainnya

“Lifestyle wakaf (gaya hidup) itu, berwakaf akan menumbuhkan bangsa yang mandiri,” katanya kepada wartawan. Senin (30/3/2021).

Mohammad Nuh melanjutkan dengan wakaf dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

“Kita itu bangsa pemberi, jangan menjadi masyarakat peminta, itu bagian dari martabat. Interaksi sosial yang paling tinggi itu pemberi, penerima,meminta, dan peminta-minta,” lanjutnya.

Mantan Menteri Pendidikan menyebutkan berwakaf tidak hanya dalam bentuk benda tak bergerak seperti bangunan maupun tanah. Namun, di era modern ini wakaf bisa berbentuk uang.
“(wakaf dalam bentuk) Uang yang terkumpul bisa disimpan diperbankan baik dalam bentuk deposito maupun sukuk,” terangnya.

Dilanjutkan Mohammad Nuh, dana-dana wakaf yang sudah terkumpul keuntungan dari penyimpanan tersebut. Maka dapat digunakan dalam berbagai hal seperti pendidikan, pembangunan infrastruktur bagi tempat tertinggal.

“Contohnya apa yang kita sekarang kenal Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), itu dana abadi. Itu kan pentingnya dana abadi, dengan dana abadi bisa memberikan beasiswa dan sebagainya,”ungkapnya.

“Kita Ingin mendorong itu semua, entah itu melalui instrumen perbankan, atau melalui instrumen keuangan seperti sukuk dan lain-lain. Di sisi penggunaan sangat fleksibel bisa dikembangan di daerah manapun. Simbol era baru perwakafan kita, dari sisi potensinya dan sisi fleksibilitasnya,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *