Diduga Samakan Adzan dengan Gonggongan Anjing, Menag Yaqut Dipolisikan

  • Whatsapp
Diduga Samakan Adzan dengan Gonggongan Anjing, Menag Yaqut Dipolisikan

JAKARTA – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo berencana bakal mempolisikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ke Polda Metro Jaya. Menag Yaqut dipolisikan diduga membandingkan suara adzan dengan gonggongan anjing.

“Hari ini KRMT Roy Suryo bersama Kongres Pemuda Indonesia akan membuat Laporan Polisi terhadap YCQ yang diduga membandingkan suara Adzan dengan Gonggongan Anjing,” kata Roy dalam press rilis yang disebarkan KPI.

Mantan Politisi Partai Demokrat membenarkan rencana laporan tersebut melalui akun twitter pribanya. Roy akan melaporkan pada sore ini, Kamis 24 Febuari.

“Saya dikonfirmasi banyak pihak, Apakah benar Press Release dari KPI / Kongres Pemuda Indonesia ini. Jawabannya YA, InsyaaAllah siang nanti Jam 15.00 WIB Kami akan Membuat LP di Polda Metrojaya thdp Sdr YCQ dgn Bukti2 Rekaman Audio-Visual Statemennya & Pemberitaan Media2,” tulis Roy Suryo.

Diduga Samakan Adzan dengan Gonggongan Anjing, Menag Yaqut Dipolisikan 1

Roy mengatakan ucapan Yaqut itu diduga melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Atau bisa dijerat dengan Pasal 156a KUHP Tentang Penistaan Agama. Roy mengatakan pihaknya akan membawa pelbagai bukti guna menunjang laporannya tersebut.

Di antaranya rekaman audio dan visual statemen Yaqut tersebut serta pemberitaan berbagai media

Dikutip dari Tribun Pekanbaru, Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan pernyataan mengejutkan saat dikonfirmasi terkait keputusannya menerbitkan surat edaran aturan pengeras suara masjid.

Gus Yaqut sapaan akrab Menag ini menyebut, suara anjing yang menggonggong di komplek pemukiman pun bisa mengganggu.

Hal itu diungkapkan Menteri Agama saat berkunjung ke Riau

“‎Misalnya kita hidup dalam satu komplek, kiri, kanan, depan belakang, pelihara anjing semua, misalnya, menggonggong semua dalam waktu bersamaan, kita terganggu enggak?” kata Gus Yaqut usai menghadiri kegiatan temu ramah dengan para tokoh agama di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Rabu (23/2/202).

Gus Yaqut mengungkapkan, begitu juga dengan rumah ibadah. Jika pengeras suara rumah ibadah dibunyikan dengan suara volumen yang keras dan dilakukan disaat bersamaan dikhatirkan bisa menggangu orang lain.

“Rumah ibadah itu kalau sehari lima kali membunyikan toa dengan suara kencang-kencang di saat bersamaan itu bagaimana,” katanya.‎

Artinya, kata Gus Yaqut, apapun suara yang didengar oleh orang, jika tidak diatur dengan baik, maka suara tersebut bisa mengganggu orang.

Termasuk suara-suara yang keluar dari pengeras suara atau toa di masjid-masjid dan musala.

“Apa pun suara itu, harus kita atur, supaya tidak menjadi gangguan, speaker di masjid, di musala, monggo dipakai, silakan dipakai, tapi diatur, agar tidak ada yang terganggu,” paparnya.

“Supaya niat menggunakan toa dan speaker sebagai sarana, sebagai wasilah untuk siar tetap bisa laksanakan tanpa harus mengganggu mereka yang mungkin tidak sama kenyakinannya dengan kita, jadi berbeda kenyakinan itu kita harus saling menghargai,” tutup Menag.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *