Diproduksi dengan Sistem Kerja Paksa, AS Hentikan Impor Kapas dari Tiongkok

Diproduksi dengan sistem kerja paksa, AS hentikan impor kapas dari Tiongkok (net)
Diproduksi dengan sistem kerja paksa, AS hentikan impor kapas dari Tiongkok (net)

XINJIANG – Pemerintahan Trump mengumumkan akan menghentikan impor kapas dari Negeri Tirai Bambu Tiongkok pada hari Rabu (2/11/2020) setelah adanya laporan bahwa kapas tersebut diproduksi dengan sistem kerja paksa di wilayah Xinjiang Barat, Tiongkok.

Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS akan menahan pengiriman yang mengandung kapas dan produk kapas yang berasal dari Korps Produksi dan Konstruksi Xinjiang, produsen kapas utama di wilayah tersebut merupakan rumah bagi sekitar 11 juta orang Uighur, minoritas etnis muslim di Tiongkok.

Bacaan Lainnya

Langkah tersebut dilakukan karena badan tersebut meningkatkan upaya untuk menghentikan barang yang dibuat dengan kerja paksa memasuki pasar AS.

“Label ‘Made in China’ bukan hanya tentang negara asalnya. Ini adalah label peringatan,” kata Ken Cuccinelli, Pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri, dalam konferensi pers Rabu mengutip CNN.

“Barang-barang kapas murah yang mungkin Anda beli untuk keluarga dan teman, jika berasal dari China mungkin dibuat oleh kerja paksa dengan beberapa pelanggaran hak asasi manusia paling mengerikan yang ada saat ini.” lanjut Ken.

Departemen Luar Negeri memperkirakan bahwa ada lebih dari 1 juta orang Uighur, serta anggota kelompok minoritas Muslim lainnya, yang ditahan di jaringan kamp interniran di Xinjiang. Di daerah ini para etnis Uighur diketahui mengalami penyiksaan, perlakuan kejam dan tidak manusiawi seperti pelecehan fisik dan seksual, kerja paksa hingga menimbulkan kematian.

Pada hari Rabu, CBP mengeluarkan surat penahanan untuk seluruh produk yang mengandung produk kapas dari Korps Produksi Konstruksi Xinjiang.

Sebanyak 85% kapas yang diproduksi di Tiongkok berasal dari Xinjiang, menurut Asisten Komisaris Eksekutif CBP Brenda Smith, yang mencatat tantangan bagi industri untuk memisahkan barang yang dibuat dengan kerja paksa dan barang yang tidak dibuat dengan kerja paksa.

Namun, CBP mengatakan hal ini merupakan tanggung jawab perusahaan AS untuk memastikan mereka tidak mengimpor produk yang diproduksi dengan kerja paksa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *