Gerindra Dukung Penggunaan Aplikasi Mypertamina untuk Beli Pertalite dan Solar

Gerindra

JAKARTA – DPR RI Fraksi Gerindra mendukung penuh program pemerintah rencana penggunaan aplikasi Mypertamina untuk membeli bahan bakar bakar jenis pertalite dan Solar. Langkah tersebut dianggap efektif penyaluran subsidi BBM tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi Gerindra Muhammad Husein Fadlulloh mengatakan penggunaan tersebut merupakan kesempatan bagi pemerintah dalam melakukan pendataan masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi BBM.

Bacaan Lainnya

“Ini momen yang tepat bagi pemerintah untuk betul-betul pendataan dilakukan secara baik karena memang awal itu masalah pendataan masyarakat yang tidak mampu ataupun masyrakat yang berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah atau tidak selalu menjadi kendala disemua lembaga ataupun kementerian,” katanya kepada Saluran8.com.

Husein menambahkan penerapan penggunaan aplikasi MyPertamina yang akan diuji coba pada Juli mendatang. Dirinya juga meminta pemerintah melakukan evaluasi pada saat uji coba. Sehingga dapat diketahui manfaatnya yang dirasakan pemerintah dan masyarakat.

“Inikan masih uji coba, jadi sambil berjalan nanti dievaluasi seperti apa kekurangan atau kelebihannya oleh masyarakat dan pemerintah ya,” terangnya.

Untuk diketahui, PT Pertamina (Persero) berencana mengatur pembelian Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) Khusus Penugasan (JBKP) seperti Pertalite dan juga BBM Solar Subsidi. Pembeli Pertalite diwajibkan untuk mendaftar ke website MyPertamina mulai 1 Juli 2022 ini.

Pertamina sendiri akan memberikan waktu kepada konsumen pembeli bensin Pertalite untuk segera mendaftar ke website MyPertamina. Adapun jika sampai waktu yang ditentukan konsumen belum mendaftar, maka konsumen tersebut tidak bisa membeli BBM Pertalite, melainkan diarahkan untuk membeli BBM jenis produk yang lain seperti Pertamax Cs.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution mengatakan, kebijakan pembelian Pertalite dan Solar dengan MyPertamina ini dikeluarkan agar kuota yang sudah ditetapkan bisa mencukupi selama satu tahun. Sebab, pihaknya masih menemui adanya konsumen yang tidak berhak membeli Pertalite dan Solar.

“Dalam menyalurkan BBM subsidi ada aturannya, baik dari sisi kuota atau jumlah maupun dari sisi segmentasi penggunanya, Saat ini, segmen pengguna Solar subsidi ini sudah diatur, sedangkan Pertalite segmentasi penggunanya masih terlalu luas,” kata Alfian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.