Gerindra: Tepat, Antisipasi Resesi, Jokowi – Xi Jinping Bertemu, dipertanyakan Sejumlah Oligarki Turut Serta

Gerindra: Tepat, Antisipasi Resesi, Jokowi - Xi Jinping Bertemu, dipertanyakan Sejumlah Oligarki Turut Serta

BOGOR – Anggota DPR RI Komisi XI, Fraksi Gerindra Kamrussamad apreasiasi atas kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Tiongkok untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Pertemuan tersebut merupakan kesepakatan yang telah dibangun sangat penting bagi Indonesia terutama dalam menghadapi tantangan resesi ekonomi saat ini.

Kamrussamad mewanti-wanti adanya conflict of interest dari keikutsertaan sejumlah pengusaha oligarki seperti Boy Thohir dan sejumlah pengusaha lain.

Bacaan Lainnya

“Tiongkok adalah mitra dagang dan investasi strategis bagi Indonesia. Level dan intensitas perdagangan serta investasi dengan Tiongkok selama ini terus bertumbuh dan yang paling besar dibandingkan negara lainnya. Sepanjang Januari-Mei 2022, misalnya, nilai perdagangan Indonesia-Tiongkok hampir 50 miliar dollar AS, naik 27,5 persen dibandingkan periode yang sama 2021.” Katanya keterangan tertulis yang diterima Saluran8.com. Kamis (28/7/2022).

Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan bahwa hanya ada satu yang pemerintah perlu jelaskan, yakni Status Green Industrial Park Bulungan Kaltara yang merupakan proyek prioritas pemerintah, karena lahan tersebut milik perseorangan Boy Tohir. Jangan sampai Misi Utama G to G hanya menguntungkan Oligarki tertentu. Padahal ada  Ratusan Kawasan Industri lainnya tersebar di berbagai Pelosok Nusantara.

“Tapi tentunya, masih banyak potensi lain yang perlu digarap. Selain diversifikasi atas komoditas ekspor dan impor juga pendanaan di sejumlah sektor ekonomi baru juga yang perlu kedua negara bicarakan secara konsisten,” terangnya.

Pasca pandemi, ekonomi nasional kita dihadapkan pada dua tantangan besar. Pertama tantangan mengembalikan produktifitas ekonomi domestik yang selama dua tahun lebih menurun. Kedua, tantangan resesi akibat ancaman inflasi dan konflik geopolitik Ukraina-Rusia dan blok barat yang telah mengacaukan rantai pasok komoditas.

“Selain itu, selama pandemi setiap negara cenderung bersikap proteksionis. Tertutup. Semuanya mementingkan kepentingan nasionalnya. Mulai dari komoditas makanan, energi, hingga vaksin. Sekarang, jika model seperti itu dipertahankan, ekonomi global dan ekonomi setiap negara akan sulit untuk bangkit.” Ungnkapnya.

“Sehingga, kunjungan Presiden Jokowi ke beberapa negara, termasuk Tiongkok, sangat penting bagi Indonesia. Tidak hanya untuk membuka kembali komunikasi antar negara, namun juga untuk menghadapi ancaman resesi.” Tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.