Hindari Dampak Suku Bunga The Fed, Gerindra Minta BI Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Inflasi

https://www.saluran8.com/

JAKARTA – Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Gerindra Kamrussamad pertanyakan keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga di tengah tekanan akibat kenaikan suku bunga acuan The Fed.

“Kami mempertanyakan  keputusan Dewan Gubernur  Bank Indonesia yang memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%. Kita perlu secara jernih melihat fundamental tantangan yang tidak ringan sedang dihadapi,” katanya kepada Saluran8.com. Minggu (26/6/2022).

Bacaan Lainnya

Menurut Kamrussamad, ada tekanan global dan ada pengaruh domstik. Seharusnya BI Lebih Independen dalam menjalankan Mandat Penjaga Inflasi.

“Keputusan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin menjadi 1,5% – 1,75%. Ini menunjukkan bahwa The FED sedang sungguh sungguh menjalankan Mandat Inflasi dalam negerinya.” Jelasnya.

Legislator partai besutan Prabowo Subianto dari Dapil Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu itu mengungkapkan keputusan mempertahankan suku bunga di tengah tekanan akibat kenaikan suku bunga acuan The Fed.

“Catatan BI baru-baru ini, kredit perbankan per Mei  naik 9,03% year on year (yoy). NPL juga terjaga di level 3 persen secara bruto dan 0,83 persen secara neto,” ungkapnya.

“Ketidakpastian ekonomi global diprakirakan masih akan tinggi seiring dengan makin mengemukanya risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan inflasi global, termasuk sebagai akibat dari makin meluasnya kebijakan proteksionisme terutama pangan, yang ditempuh oleh berbagai negara.” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.