Berencana Longgarkan Aturan Perjalanan Wisata, Inggris Pertimbangkan Pengadaan ‘Paspor Vaksin’

  • Whatsapp
Inggris pertimbangkan pengadaan 'paspor vaksin' (NET)
Inggris pertimbangkan pengadaan 'paspor vaksin' (NET)

LONDON – Inggris tengah mempertimbangkan untuk melonggarkan aturan pembatasan perjalanan keluar kota dan negara. Perjalanan ini rencananya bisa dilakukan untuk mereka yang sudah melakukan vaksinasi.

Sebelumnya negara-negara di Uni Eropa telah menyetujui adanya pelonggaran pembatasan perjalanan selama musim panas dengan syarat wisatawan harus sudah divaksin, pelonggaran ini diikuti dengan perluasan daftar wilayah Uni Eropa yang dikategorikan aman untuk bepergian.

Bacaan Lainnya

Inggris, yang hingga kini program vaksinasinya sudah mulai berjalan kini tengah mempertimbangkan renacana yang sama dengan Uni Eropa.

Ditanya tentang laporan itu, Sekretaris Keuangan untuk Keuangan Jesse Norman mengatakan bahwa tidak ada yang dikesampingkan dalam mempertimbangkan bagaimana membuka kembali perjalanan, tetapi mereka akan berhati-hati dalam memperkenalkan rencana untuk merealisasikan “paspor vaksin”.

“Kami berusaha untuk bergerak dengan hati-hati dan progresif ke arah yang benar sehingga saya tidak akan menghapus apa pun pada saat ini,” kata Norman.

Seperti yang dilaporkan Reuters, Norman mengungkapkan penting juga untuk mempertimbangkan mereka yang belum mendapatkan vaksin hingga saat ini.

Berdasarkan rencana tersebut, orang-orang yang telah mendapatkan dua  dosis vaksin Covid-19 akan diizinkan untuk tidak melakukan karantina meskipun mereka masih harus melakukan tes Covid-19.

Di bawah sistem kesehatan yang ada saat ini, para pelancong yang datang dari negara-negara yang masuk dalam daftar hijau harus melakukan tes Covid-19 tetapi tidak perlu dikarantina.

Mereka yang yang datang dari negara-negara yang masuk dalam zona kuning harus mengisolasi mandiri dan mereka yang datang dari negara-negara dengan zona merah harus melakukan karantina di hotel setelah tiba di Inggris. Negara-negara dalam daftar kuning termasuk Spanyol, Prancis, Italia, dan Amerika Serikat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *