Jadi Bumerang Pemerintah Thailand Cabut Dekrit Darurat

  • Whatsapp
Jadi bumerang pemerintah Thailand cabut dekrit darurat (net)
Jadi bumerang pemerintah Thailand cabut dekrit darurat (net)

BANGKOK – Pemerintah Thailand cabut dekrit darurat yang baru disahkan beberapa hari lalu untuk menghentikan aksi protes anti-pemerintah yang sudah berjalan sejak 3 bulan lalu.

Dekrit ini terpaksa dicabut karena menjadi ‘bumerang’ bagi pemerintah Thailand, pada dekrit tersebut ditetapkan larangan berkumpul lebih dari 5 orang di tempat yang telah ditunjuk pemerintah. Sayangnya penerbitan dekrit ini justru menuai amarah massa dan membuat ribuan orang tumpah ruah ke jalan melakukan aksi protes.

Bacaan Lainnya

“Situasi kekerasan saat ini yang mengarah pada pengumuman situasi parah telah mereda dan berakhir pada situasi di mana pejabat pemerintah dan lembaga negara dapat menegakkan hukum reguler,” berikut pernyataan pemerintah yang diterbitkan dalam Royal Gazette mengutip Reuters.

Para pengunjuk rasa yang menginginkan agar Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan Ocha agar turun dari jabatannya mengungkapkan penghentian dekrit ini bukan tindakan yang dapat memuaskan keinginan rakyat.

“Dia masih berusaha untuk tetap berkuasa sambil mengabaikan semua tuntutan orang. Keputusan darurat seharusnya tidak dikeluarkan sejak awal,” kata Sirawith” Ja New “Seritiwat, salah satu pemimpin aksi ujuk rasa tersebut.

Sebelumnya Pemerintah Thailand mengumumkan situasi dekrit darurat pada hari Kamis (15/10/2020) pagi untuk menangani aksi demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Bangkok. Aksi unjuk rasa ini dilakukan oleh sejumlah warga Thailand yang menginginkan adanya reformasi monarki Raja Maha Vajiralongkorn mengutip Reuters.

Dengan keluarnya dekrit ini maka pemerintah melarang adanya perkumpulan massa lebih dari 5 orang. Pemerintah juga bisa melarang masyarakat setempat memasuki seluruh area yang telah ditetapkan pemerintah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *