Kali di Bekasi Dibiarkan Tercemar Limbah Beracun

Kali Bekasi
Potret pencemaran limbah yang menghasilkan buih di Kali Bekasi yang terjadi pada tahun 2018 lalu. Foto: Net

BEKASI-Pada hal hakikatnya air merupakan sumber kehidupan, maka, bila  tercemar limbah beracun  maka air tidak dapat digunakan oleh manusia atau pun mahluk lainnya. Jika terus dibiarkan pastinya akan melahirkan petaka besar buat kelangsungan hidup.

Upaya-upaya perlindungan air dan kali harusnya menjadi poin penting di seluruh kantor pemerintahan, yang semestinya tidak ditemukan lagi kasus air berlimbah dan berbau busuk seperti di Kali Bekasi, Kali Cikarang serta, Kali Lemahabang dan Kali Bahagia.

Bacaan Lainnya

Perlu penanganan yang melibatkan semua pihak dalam mengatasi masalah pencemaran kali di Kabupaten dan Kota Bekasi yang statusnya bisa dibilang membahayakan.

buruknya kualitas air di kali-kali Bekasi Hal ini mendapatkan perhatian dari Puput TD Putra,  Ketum Koalisi Kawal Lingkungan Hidup Indonesia atau KAWALI. Menurut dia berdasarkan pasal 112 UU no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkunan Hidup, setiap pejabat berwenang yang dengan sengaja tidak melakukan pengawasan terhadap ketaatan penanggung jawab usaha dan atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan dan izin lingkungan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 dan Pasal 72, yang mengakibatkan terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun .

 

“KAWALI mengimbau kepada pemerintah dan stakeholder terkait untuk tegas menyikapi terjadinya pencemaran ini yang sudah sering berulang kali terjadi di  sungai Bekasi dan menurut catatan kita sudah parah,” kata dia, Sabtu (3/8).

 

Soal berita pencemaran pun bukan isapan jempol belaka pada tahun 2018 lalu pemerintah Kota Bekasi sudah uji lab soal kandungan air Kali Bekasi.

“Saya yang berikan langsung sampel pencemaran lingkungan yang terjadi di Kali Bekasi, untuk segera dikaji dan dilakukan penindakan oleh pemerintah pusat,” ungkap Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Selasa (23/10/2018).

Menurutnya, sampel itu dibawa dan dilaporkan langsung kepada Ditjen Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK.

Rahmat menjelaskan, sampel air Kali Bekasi yang dilaporkan tersebut berdasarkan hasil uji laboratorium di Dinas Lingkungan Kota Bekasi yang mana air Kali Bekasi sudah tercemar limbah berbahaya dan sudah tidak layak konsumsi. Padahal, Kali Bekasi adalah air baku warga Kota/Kabupaten Bekasi dan DKI Jakarta.

Sampel air yang diberikan kepada pihak kementerian itu berupa air Kali Bekasi, Instalasi Penglolaan Air Sampah (IPAS) Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan TPA Sumur Batu.

Di pihak lain, Perum Jasa Tirta (PJT) II Lemahabang juga telah mengirimkan laporan hasil uji laboratorium terhadap sampel air Cilemahabang yang tercemar limbah ke Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Bekasi.

“Hasil uji lab positif tercemar, Bang,” kata Suwanda Halim, Supervisor Sungai dan Irigasi Cikarang, Senin (02/01).

Upaya penanganan pun dilakukan oleh
Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyanto yang melakukan pengerukan Kali Bahagia. Tapi tetap saja usaha ini semua bagai hujan sesaat dimusim kemarau yang tidak berdampak jika tidak disusul dengan kesadaran bersama menjaga lingkungan hidup.

“Kami sudah berupaya mengajak semua pihak ikut peduli dalam merawat dan menjaga kebersihan sungai,” ujarnya.

Salah satu tokoh masyarakat, Nanang Seno mengaku permasalahan sampah memang tidak bisa dianggap sepele. Apalagi, kini mencemari Kali Busa. Hal ini terlihat dari berubahnya air kali menjadi keruh, hitam dan berbau. Tercemar dan dipastikan beracun.

Nanang Seno khawatir, kemungkinan keadaan semakin buruk pada musim hujan tahun ini. Praktis, bahaya banjir mengahantui warga sekitar Kali Busa. “Pemerintah harus segera bertindak mengatasi. Warga harus peduli, karena dampaknya bakal menimpa mereka yang tinggal di sekitar Kali,” pintanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup,Dinas LH Kota Bekasi , Masri mengatakan bahwa permasalahan sampah di Kali Busa beberapa bulan lalu sebenarnya sudah selesai.

Kali Bahagia
Petugas gabungan dan warga masyarakat bergotong royong membersihkan Kali Bahagia, Bekasi beberapa waktu lalu. Foto: Net

Pihaknya sudah berupaya ikut membersihkan sungai yang berbatasan dengan Kota Bekasi. ”Pihak kami dari LH (Lingkungan Hidup), Dinas SDA dan PUPR sudah ikut membersihkan sampah sebagai bentuk kepedulian, karena masih ada di wilayah kami. Selebihnya itu masuk wilayah Kabupaten Bekasi,” terang Masri.

Masri juga mengaku, persoalan Kali Busa harus dilakukan penataan di sekitar daerah aliran sungai (DAS) bebas dari bangunan liar

.”Karena itu salah satu yang menghambat, aliran air tidak lancer. Tapi, UPTD Bekasi Utara juga tetap berkordinasi dengan kami,” pungkasnya.  SABIQ

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *