Kasus Pembunuhan Imam Masykur, Praka Riswandi Cs Didakwa Pembunuhan Berencana

Kasus Pembunuhan Berencana Imam Masykur, Prakara Riswandi Cs Diwajibkan Didakwa

Praka Riswandi Manik, Praka Heri Sandi dan Praka Jasmowir dituduh melakukan tindak pidana pembunuhan berencana kepada Imam Masykur. Hal ini dibacakan oleh oditur militer pada sidang perdana kasus Imam di Pengadilan Militer, Jakarta Timur, Senin (30/10/2023).

Berdasarkan dakwaan yang dibacakan oditur, Praka Riswandi Cs diduga melakukan pembunuhan dengan rencana terlebih dahulu dan secara bersama-sama. Sesuai informasi yang disampaikan, peristiwa pembunuhan terjadi pada 12 Agustus 2023.

Pada saat itu, Heri Sandi berpura-pura sebagai pembeli dan bertanya soal tramadol. Setelah korban diketahui berada di TKP, Heri memanggil Riswandi dan Jasmowir yang menunggu di mobil. Mereka kemudian menangkap Imam dengan memiting lehernya. Imam saat itu sempat berteriak ‘rampok’. Teriakan Imam itu mengundang warga di sekitar lokasi. Salah seorang terdakwa mengatakan bahwa mereka adalah anggota, sehingga warga di lokasi membubarkan diri. Imam lalu diborgol dan dibawa ke dalam mobil.

Para terdakwa lalu membawa Imam ke dalam mobil. Di dalam mobil, Imam dipukul di bagian wajah, kepala, ditendang dan dicambuk menggunakan kabel di bagian punggung. Mereka lalu berangkat ke toko obat lain di wilayah Condet, Jakarta Timur.

Selain Imam, seorang lagi korban bernama Khaidar juga ikut dibawa dari lokasi. Khaidar juga dipukul dan dicambuk dalam mobil. Para pelaku juga memaksa Imam untuk menelepon keluarganya dan meminta uang tebusan Rp 50 juta.

Ketika dalam perjalanan, Imam mengeluh sesak nafas. Para pelaku mengecek nadi Imam dan diketahui sudah tidak berdenyut. Mereka menganggap Imam telah meninggal dunia di Tol Jatikarya, Cimanggis, Depok.

Kemudian, para terdakwa memutuskan untuk membuang jasad Imam di tempat yang sepi. Mereka sempat berhenti di apotek untuk membeli sarung tangan dengan tujuan menghilangkan jejak. Pukul 01.00 WIB pada 13 Agustus, jasad Imam dibuang di aliran sungai di Purwakarta, Jawa Barat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *