Kemenparekraf Dorong Pengembangan Kerajinan Produk Ekonomi Kreatif di Wakatobi

  • Whatsapp
Dorong Pengembangan Kerajinan Produk Ekonomi Kreatif di Wakatobi

WAKATOBI – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dorong pengembangan kerajinan produk ekonomi kreatif di Desa Liya Togo, Kabupaten Wakatobi. Dukungan tersebut berupa memberikan bantuan mesin obras dan mesin jahit.

“Saya sangat berbangga, karena hari ini walaupun penuh dengan perjuangan, saya bisa sampai di Desa Liya Togo Kabupaten Wakatobi sebagai salah desa wisata 50 terbaik di Indonesia,”kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno melalui keterangan tertulis yang diterima Saluran8.com, Jumat (26/11/2021).

Bacaan Lainnya

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta juga berterima kasih atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin dengan baik antara Kemenparekraf dengan Bupati dan Wakil Bupati, juga Ketua DPRD Provinsi, Kadis Pariwisata Provinsi, ada jajaran Forkopimda.

“Kami full team disini dari Kemenparekraf. Kita ingin hadiahkan dahulu satu bait pantun buat pak Bupati dan teman-teman disini,” lanjutnya.

“Jadi saya sudah menerjunkan tim khusus desa wisata dan ada beberapa potensi desa wisata yang akan kita kembangkan. Para juri sudah hadir disini mereka memberikan masukan kepada saya,” tuturnya.

Sandiaga mengungkapkan Desa Liya Togo sangat luar biasa dari potensinya dan kemampuannya menembus 50 besar ADWI. Sandiaga Uno mengharapkan dengan masuknya Liya Togo dalam ADWI tersebut dapat membangkitkan ekonomi di Kabupaten Wakatobi, membuka lapangan kerja, dan membawa keberkahan.

“Yang terpenting atas seizin teman-teman dan pak Bupati, kami menghadirkan dua mesin jahit dan dua mesin obras atau bordir yang diharapkan bisa membantu beberapa kerajinan ekonomi kreatif di Desa Wisata Liya Togo ini yang sudah kami sampaikan disini,” terangnya.

Ia secara simbolis memberikan bantuan tersebut kepada para ibu-ibu rumah tangga. Sandiaga Uno juga mengungkapkan Kemenparekraf menyiapkan akses internet gratis selama satu tahun.

“Karena selama ini minjem ke desa sebelah, sekarang tidak perlu minjem lagi. Mudah-mudahan bisa memuat bordiran dan juga menjahit banyak produk-produk fashion dan ekonomi kreatif,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *