Kemenparekraf Optimis Budaya dan Adat Istiadat Bisa Dongkrak Ekonomi Kreatif Nasional

  • Whatsapp
Kemenparekraf Optimis Budaya dan Adat Istiadat Bisa Dongkrak Ekonomi Kreatif Nasional

JAKARTA – Keindahan alam serta budaya dan adat istiadat yang dimiliki Indonesia menjadi modal utama dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional.

Beragam kearifan lokal pun diyakini mampu menjadi lokomotif perubahan atas pemulihan ekonomi bangsa.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno dalam Global Tourism Forum-Leaders Summit Asia yang digelar di Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/9/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno memberikan pakaian adat asal Gorontalo kepada Presiden Forum Institut Pariwisata Dunia, Bulut Bagci.

Pemberian pakaian adat berwarna putih dengan aplikasi manik-manik emas itu sebagai bukti Nusantara kaya akan ragam budaya.

“Indonesia kaya akan ragam budaya dan adat istiadat. ini satu dari berbagai keunikan yang ada di republik ini,” kata Sandiaga Uno melalui keterang tertulis yang diterima Saluran8.com, Jumat (17/9/2021)

Bulut Bagci yang menerima pakaian adat bermotif bunga itu pun segera berganti pakaian.

Dirinya menyampaikan terima kasih sekaligus apresiasi kepada Sandiaga Uno.

Sebab diakuinya, pakaian adat gorontalo itu menjadi pakaian adat pertama yang dikenakannya sepanjang dirinya mengunjungi Indonesia.

“Terima kasih kepada Pak Menteri Pariwisata, ini merupakan kehormatan bagi saya untuk mengenakan pakaian daerah dari Indonesia, karena itu adalah kali pertama saya mengenakan pakaian daerah seperti ini,” ungkap Bulut Bagci.

Lewat Global Tourism Forum-Leaders Summit Asia, dirinya meyakini sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dunia dapat kembali bangkit.

Bulut Bagci pun berharap kolaborasi yang terjalin akan semakin memperkuat hubungan antar negara dalam pemulihan ekonomi pasca pendemi covid-19.

“Insya Allah kita akan bertemu kembali pada tahun berikutnya dalam pertemuan yang lebih besar lagi,” ungkap Bulut Bagci.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *