Mabes Polri Ungkap Alasan Polda Jabar Hapus 2 DPO Kasus Vina Cirebon

Mabes Polri Ungkap Alasan Polda Jabar Hapus 2 DPO Kasus Vina Cirebon
Mabes Polri Ungkap Alasan Polda Jabar Hapus 2 DPO Kasus Vina Cirebon

SALURAN8.COM, Jakarta – Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Sandi Nugroho, menyatakan bahwa alat bukti yang ada masih belum mencukupi, sehingga penyidik Polda Jawa Barat memutuskan untuk menghapus nama dua tersangka buronan dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait pembunuhan Vina dan teman lelakinya, Muhammad Rizky atau Eky, di Cirebon.

“Yang disampaikan Dirkrimum Polda Jawa Barat bahwa DPO ada tiga jadi satu, karena alat bukti yang mengarah kepada dua orang ini sampai dengan saat ini belum mencukupi,” kata Sandi di Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta, pada Kamis.

Setelah sebelumnya ada tiga nama DPO yang masih buron, Polda Jawa Barat memutuskan untuk menghapus dua nama tersebut dari daftar. Ketiga nama DPO ini juga telah tercatat dalam putusan pengadilan.

Selain alat bukti yang belum memadai, Sandi juga menyoroti adanya beberapa keterangan saksi yang diduga fiktif, termasuk nama-nama yang juga diperkirakan palsu. Akibatnya, dua nama tersangka tersebut dihilangkan oleh penyidik, sehingga saat ini hanya tersisa satu DPO yang telah ditangkap dengan nama Pegi alias Perong.

Meskipun demikian, kata Sandi, penyelidikan terus dilakukan oleh penyidik. Polda Jawa Barat juga mendapat bantuan dari Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri dalam proses ini.

Dalam upaya penyelidikan ini, polisi menyatakan kesiapan mereka menerima informasi dari siapa pun yang memiliki bukti atau keterangan yang dapat membantu proses penyidikan.

“Apabila memang ada keterangan informasi tambahan alat bukti saksi ataupun yang lainnya untuk membuat terang benderang tindak pidana ini tentunya pihak kepolisian akan sangat berterima kasih,” ujar Sandi.

Sandi juga mengapresiasi berbagai pihak, termasuk pakar hukum, pengamat, dan narasumber lainnya yang telah turut membahas kasus Vina.

“Ini luar biasa tentu ini menjadi penyemangat bagi Polri bahwa dalam menyidik kasus Vina ini Polri tidak sendiri, Polri banyak didukung banyak pijak diperhatikan banyak pihak agar kasus ini bisa lebih terang benderang,” tambahnya.

Sandi menekankan bahwa Polda Jawa Barat telah bekerja keras dalam melanjutkan penyelidikan, dan siap untuk menerima informasi dari siapa pun yang memiliki potensi untuk mengungkap fakta-fakta baru terkait kasus tersebut.

“Kalau memang ada alat bukti keterangan lainnya ataupun informasi yang bisa mengungkap lebih terang kasus ini. Kami sangat terbuka dan sangat berterima kasih,” ucap Sandi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *