Menolak Dinikahi, Seorang Gadis di India Malah Dilecehkan dan Dibakar Hidup-Hidup

  • Whatsapp
Menolak dinikahi, seorang gadis di India dilecehakn dan dibakar hidup-hidup (net)
Menolak dinikahi, seorang gadis di India dilecehakn dan dibakar hidup-hidup (net)

NEW DELHI – Sejumlah aktivis pejuang hak perempuan di India berkumpul menuntut keadilan untuk seorang wanita muslim yang dibakar hingga meninggal oleh sekelompok pria Hindu di wilayah Vaishali.

Korban Gulnaz Khatoon (20) diketahui dibakar hidup-hidup pada 30 Oktober lalu dan meninggal dunia kerana luka bakar  yang dialaminya.

Bacaan Lainnya

Khatoon langsung dilarikan ke rumah sakit setempat dengan persentase luka bakar 75%, kemudian korban dipindahkan ke rumah sakit dibawa ke Rumah Sakit Medical College, salah satu rumah sakit terbesar di provinsi tersebut dan meninggal beberapa hari setelah menjalani perawatan.

Keluarga Khatoon mengungkapkan pihak berwenang lamban dalam mengambil tindakan atas pelaku yang sudah diketahui identitasnya yakni Satish Kumar Rai, Chandan, dan Vinod Rai.

Korban diketahui telah bertunangan dengan pria lain, pesta pernikahan juga sudah dipersiapkan oleh kedua belah pihak kata pihak keluarga.

Satish Kumar Rai pria yang ingin Khatoon menikahinya, tak terima saat mengetahui pernikahan Khatoon dengan pria lain. Khatoon juga menolak untuk melakukan pernikahan beda agama dengan Rai.

Korban dibakar ketika tengah keluar rumah untuk membuang sampah. Menurut keterangan video korban, sebelum kematiannya tersebut dirinya diserang oleh tiga orang laki-laki dan melakukan pelecehan terhadap Khatoon.

Namun Khatoon tak tinggal diam, ia berusaha untuk melarikan diri namun salah satu dari ketiga pria tersebut justru menuangkan minyak tanah pada Khatoon dan membakarnya hidup-hidup.

Ketiga pelaku langsung melarikan diri dan tengah menjadi buronan.

“Penyelidikan dalam kasus ini sedang berlangsung dan para tersangka akan segera ditangkap,” ujar Inspektur Polisi Distrik (SP) Vaishali Gaurav Mangla.

Atas adanya kelalian ini kepada kantor polisi setempat mendapat hukuman berupa skors.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *