Pertahanan Tempur Indonesia Kurang Memadai, Modernisasi Alutsista Wajib Dilakukan!

  • Whatsapp
Modernisasi alutsista wajib dilakukan! (NET)
Modernisasi alutsista wajib dilakukan! (NET)

JAKARTA – Rencana pemerintah terkait modernisasi Alat Utama Sistem Senjata Nasional Indonesia (Alutsista) TNI yang sudah tua dan usang sebagai salah satu pertahanan keamanan Indonesia.

Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi), Rizal Darma Putra menegaskan bahwa anggapan jika modernisasi alutsista ini tidak dibutuhkan karena tak ada perang, Rizal mengungkapkam saat ini Indonesia dihantui oleh banyak ancaman baik militer atau non militer.

Bacaan Lainnya

Rizal menegaskan saat ini ada tiga ancaman untuk Indonesia yakni ancaman potensial, ancaman hibrida dan ancaman aktual.

“Ancaman aktual nonmiliter saat ini di antaranya ancaman siber, intelijen dan spionase, ancaman psikologikal, bencana alam dan lingkungan, perompakan dan pencurian kekayaan alam,” jelasnya.

Rizal juga memberikan apresiasi adanya rencana percepatan peremajaan alutsista yang dicanangkan oleh Kementrian Pertahanan ini.

“Ini akan memiliki kepastian investasi pertahanan selama 25 tahun. Hal yang selama ini tidak pernah bisa dilakukan,” jelas Rizal pada Jumat 4 Juni 2021.

Dilaporkan saat ini pemerintah tengah menyusun strategi mengenai pembiayaan investasi alat uatama pertahanan antara lain:

  1. Presentasi pertahanan terhadap produk Domestik Bruto (PDB) 0,8 persen dengan konsistes selama 25 tahun kedepan.
  2. Jumlah anggaran alpalhankam prioritas pada tahun 2020-2024 adalah sebesar 125 miliar Dollar Amerika.
  3. Mengupayakan sumber pendanaan alternatif untuk mengurangi beban pemenuhan alpalhankam terhadap keuangan negara.

Rizal mengungkapkan walaupun terdengar terlalu fantasitis, namun anggara 125 miliar Dollar Amerika ini justru terhitung kecil karena harus mencukupi alutsista Indonesia selama 25 tahun ke depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *