Oknum Hakim Agung Mahkamah Agung (MA) Terjaring OTT KPK

Oknum Hakim Agung Mahkamah Agung (MA) Terjaring OTT KPK

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap seorang hakim agung di Mahkamah Agung (MA) pada Kamis (23/9/2022). Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

Ghufron menegaskan hakim agung MA diterjaring saat Lembaga anti rasuah melakukan operasi tangkap tangkap (OTT). “KPK bersedih harus menangkap Hakim Agung. Kasus korupsi di lembaga peradilan ini sangat menyedihkan,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan, Kamis (22/9/2022).

Bacaan Lainnya

Ghufron mengaku KPK prihatin. KPK berharap tidak ada kasus serupa lagi. “KPK sangat prihatin dan berharap ini penangkapan terakhir terhadap insan hukum. Mengingat artinya dunia peradilan dan hukum kita yg semestinya berdasar bukti tapi masih tercemari uang. Para penegak hukum yang diharapkan menjadi Pilar keadilan bagi bangsa ternyata menjualnya dengan uang,” jelasnya.

Ghufron menjelaskan sebelum melakukan OTT terhadap Hakim Agung MA. KPK telah memberikan pembekalan terkait pembinaan integritas di lingkungan mahkamah agung

“Padahal sebelumnya KPK telah melakukan pembinaan integritas di lingkungan mahkamah agung. Baik kepada hakim dan pejabat strukturalnya harapannya tidak ada lagi korupsi di MA. KPK berharap ada pembenahan yang mendasar jangan hanya kucing-kucingan, berhenti sejenak ketika ada penangkapan namun kembali kambuh setelah agak lama,” terangnya.

Pimpinan KPK Minta Maaf Sebut OTT Hakim Agung Teranyar, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron meminta maaf telah menyampaikan bila hakim agung terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT). Ghufron kini mengatakan bila siapa saja yang terjaring OTT akan disampaikan setelah ekspose perkara.

“Tentang apakah hakim atau tidak tunggu dulu ya. Ini masih nunggu expose dulu, mohon disebarkan ke yang lain mohon maaf sampe ada kejelasan,” kata Ghufron kepada wartawan.

Ghufron meminta semua pihak menunggu konferensi pers dari KPK. Menurutnya, KPK akan menyampaikan informasi lebih detail terkait OTT di MA saat konferensi pers. “Mohon disampaikan untuk menunggu sampai konpers tentang siapa dan jabatannya,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.