Ahli Ungkap Paracetamol di Teluk Jakarta Ancam Populasi Kerang

  • Whatsapp
Paracetamol di Teluk Jakarta (net)
Paracetamol di Teluk Jakarta (net)

BERAU – Ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Zainal Arifin mengungkapkan populasi kerang di perairan Teluk Jakarta bisa terancam akibat pencemaran paracetamol di Teluk Jakarta.

Ia menegaskan sejauh ini data yang dimiliki merujuk bahwa paracetamol yang tercemar sangat berdampak pada pembuahan kerang, konsentrasi yang tinggi bisa menggunggu sel telur pada kerang betina dan sperma pada kerang jantan 60 persen.

Para peneliti mengungkapkan sumber pencemaran paracetamol di Teluk Jakarta berasal dari sungai Ciliwung yang bermuara di Sungai Angke dan Ancol.

Hasil penelitian ini dipublish ke dalam Marine Pollution Bulletin berjudul “High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia”.

Hasil riset Dr. Wulan Koagouw (BRIN, UoB), Prof. Zainal Arifin (BRIN), Dr. George Olivier (UoB), dan Dr. Corina Ciocan (UoB) ini meneliti air dari 4 lokasi di Teluk Jakarta mulai dari Ancol, Angke, Cilincing dan Tanjung Priok.

Sebelumnya dikabarkan Pemprov DKI Jakarta juga menyelidiki air laut di Teluk Jakarta yang tercemar Paracetamol. Penyebab tercemarnya air laut diduga kuat oleh oknum industri yang membuang limbah ke laut.

“Ya kita belum tahu dengan sengaja atau tidak, ini harus jadi perhatian kita agar warga atau pihak institusi manapun jangan membuang apalagi limbah di tempat umum, sungai, danau, waduk, apalagi di laut ya,” kata Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/10/2021).

Ariza mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Mari kita jaga lingkungan hidup kita agar ekosistemnya baik terpelihara karena itu menyangkut kehidupan tidak hanya ekosistem laut tapi kehidupan kita bersama,” tutupnya.

Untuk diketahui, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta angkat bicara soal adanya kandungan Paracetamol di Teluk Jakarta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *