Begini Cara Pindah Kepesertaan BPJS Kesehatan dari Penerima Upah ke Mandiri

  • Whatsapp
Begini Cara Pindah Kepesertaan BPJS dari Penerima Upah ke Mandiri
Pindah kepesertaan BPJS Kesehatan dari Penerima Upah ke Mandiri di BPJS Kesehatan Pasar Minggu

JAKARTA – Pindah kepesertaan BPJS Kesehatan dari Penerima Upah ke Mandiri ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Bagi Anda yang saat ini sudah tidak lagi bekerja atau iuran BPJS-nya sudah tidak bayarkan lagi oleh perusahaan tempat Anda bekerja, Anda bisa datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan terdekat dengan menyiapkan sejumlah kelengkapan dokumen.

Salah satu kru redaksi SALURAN8.COM telah mencobanya langsung di Kantor BPJS Kesehatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Proses yang ditempuh dari mengantri hingga meninggalkan meja pelayanan berlangsung sekitar 1 jam. Datang pukul 9.30 WIB dan meninggalkan ruangan sekitar pukul 10.40 WIB.

Bacaan Lainnya

Berikut uraian proses pindah status kepesertaan BPJS dari penerima upah ke mandiri.

1. Status Kepesertaan BPJS Harus Non-Aktif

Pastikan status kepesertaan BPJS Kesehatan Anda sudah non-aktif. Proses penonaktifkan ini dilakukan oleh perushahaan tempat Anda bekerja sebelumnya, saat Anda resmi tidak bekerja lagi di perusahaan tersebut.

Status kepesertaan yang nonaktif ini tidak dianggap sebagai tunggakan. Jadi ketika Anda akan mengaktifkannya lagi dan mengubahnya jadi mandiri tidak perlu khawatir dikenakan denda atau akumulasi tagihan selama non-aktif.

2. Siapkan Kelengkapan Dokumen yang Diperlukan

Dari pengalaman kami di kantor BPJS Kesehatan Pasar Minggu, dokumen yang harus disiapkan untuk pindah kepesertaan BPJS dari penerima upah ke mandiri adalah sebagai berikut:

  1. Fotokopi Kartu Keluarga (1 Lembar)
  2. Fotokopi Buku Rekening Tabungan BNI/BRI/Mandiri/BCA (1 lembar, pilih salah satu)
  3. Formulir Autodebet Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan (disediakan oleh pihak BPJS Kesehatan)
  4. Meterai Rp 6000 untuk Formulir Autodebet Pembayaran (1 lembar)
  5. Fotokopi KTP Pemilik Rekening Tabungan (untuk memudahkan, sebaiknya rekening yang digunakan adalah atas nama sendiri)
Dokumen pindah kepesertaan BPJS Kesehatan yang harus disiapkan
Dokumen pindah kepesertaan BPJS Kesehatan dari penerima upah ke manidiri yang harus disiapkan

Bagaimana jika ternyata Anda tidak memiliki rekening di salah satu dari keempat bank yang disebutkan?

Tidak ada solusi lain, selain Anda harus memiliki salah satunya. Bahkan yang versi Syariah (BNI Syariah/BRI Syariah/Mandiri Syariah/BCA Syariah) pun tidak bisa diterima.

Bagaimana jika rekeningnya tidak menggunakan buku tabungan, seperti rekening tabungan MyBCA misalnya?

Fotokopi kartu ATM-nya bisa diterima.

3. Datang ke Kantor BPJS Kesehatan

Kalau sudah di kantor BPJS Kesehatan, jangan malu bertanya kepada petugas, termasuk petugas keamanan (Security). Setibanya kami di kantor BPJS Kesehatan Pasar Minggu, papan petunjuk mengarahkan kami ke jalur antri pemeriksaan dokumen oleh petugas keamanan untuk memastikan maksud dan tujuan kedatangan, serta kesesuaian dokumen yang harus disiapkan.

Di sini kami diberi formulir autodebet yang harus diisi. Setelah diisi, langsung mengambil nomor antrian yang kembali dibantu dan diarahkan oleh petugas keamanan. Selanjutnya tinggal mengantri dan ikuti proses dengan duduk manis, santai dan jangan lupa senyum.

4. Lakukan Pembayaran Pertama

Nah, pembayaran ini tidak bisa dilakukan di tempat. Tida bisa langsung auto debet. Intinya, tidak bisa saat itu juga. Pembayaran baru bisa dilakukan 14 hari kemudian. Itu artinya, kepesertaan BPJS Kesehatan Anda tidak bisa langsung aktif, otomatis tidak bisa langsung digunakan juga.

Anda akan menerima lembar petunjuk pembayaran di mana dalam lembar tersebut ada Nomor Virtual Account Anda, Jumlah Tagihan yang harus dibayar dan Tanggal Pembayaran.

Demikian ulasan cara pindah kepesertaan BPJS Kesehatan dari penerima upah ke mandiri ini. Semoga informasinya bermanfaat bagi Anda.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *