Polisi Tengah Buru Para Provokator Kerusuhan Papua

Polisi tengah buru para provokator kerusuhan Papua (net)
Polisi tengah buru para provokator kerusuhan Papua (net)

PAPUA – Polisi Indonesia memburu para separatis yang selama ini dirasa membuat kerusuhan Papua semakin bergejolak, hal ini juga yang menyebabkan beberapa internet di wilayah papua harus dibatasi untuk menghindari banyaknya hoax yang bertebaran mengenai kondisi di wilayah Papua.

Papua sudah mengalami kerusuhan yang cukup serius sejak bulan Agustus lalu karena persepsi diskriminasi ras dan etnis yang dilakukan kepada mahasiswa Papua di Surabaya. Beberapa pengunjuk rasa juga menuntut referendum kemerdekaan yang selama ini dikesampingkan oleh para pemerintah.

Bacaan Lainnya

Ada sekitar 6.000 personel polisi dan militer yang diterbangkan langsung ke Papua untuk memperkuat penjagaan militer di wilayah tersebut.

“Apa yang terjadi di Papua sekarang dan di luar negeri dirancang oleh sebuah kelompok … yang akan saya buru,” ucap Kapolri Tito Karnavian dalam sebuah konferensi pers.

Dia mengatakan polisi telah mengidentifikasi orang-orang di balik kerusuhan itu, ia menyebut bahwa pemimpin separatis Benny Wenda yang selama ini berada dibalik kerusuhan Papua.

Wenda, yang memiliki suaka politik di Inggris, mengatakan bahwa pemerintah Indonesia harus fokus pada penyelesaian masalah Papua daripada membuat tuduhan terhadap dirinya.

Protes kali ini sendiri terjadi akibat adanya aksi rasisme yang dialami oleh mahasiswa Papua di Surabaya, mereka ditangkap dan diamankan pada tanggal 17 Agustus 2019, tepat hari kemerdekaan Indonesia karena diduga telah menodai bendera nasional Indonesia.

Kementrian Komunikasi Indonesia (Kominfo) mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa sebagian wilayah Papua sudah bisa diakses oleh internet meskipun pemerintah masih terus memantau beberapa wilayah di Papua.

Keputusan tersebut diambil setelah hoaks yang menyebar di internet mengenai Papua sudah mulai menurun kata pihak Kominfo dalam sebuah pernyataan.

Pembatasan akses internet masih dilakukan dimana para pengunjuk rasa masih berksi seperti si Jayapura, Manokwari, juga Deiyai dimana ada warga sipil yang tewas akibat terlibat bentrok antar pasukan kemanan dan pengunjuk rasa pada pekan lalu.

Namun, pihak berwenang dan para aktivis memberikan konfirmasi yang berbeda mengenai insiden tersebut. terlebih, sulitnya akses internet di sana membuat sulitnya memverifikasi berita yang didapat.

Sudah ada lebih dari selusin orang yang ditangkan oleh polisi karena telah merusak beberapa bangunan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *