Posisi KSAL Kosong, Pengamat: Pengganti Yudo Margono Wajib Fahami Geopolitik Kawasan

Posisi KSAL Koson, Pengamat: Pengganti Yudo Margono Harus Perlu Faham Geopolitik Kawasan

JAKARTA – Terpilihnya Laksamana TNI Yudo Margono sebagai pengganti Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Panglima TNI membuat posisi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) kosong. Kini publik menunggu siapa yang akan menjadi pengganti KSAL berikutnya.

Peneliti militer dan intelijen Ridlwan Habib menilai calon KSAL berikutnya harus mrmiliki kemampuan yang faham tentang dinamika geopolitik di kawasan sekitar Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Indonesia perlu KSAL yang cerdas, yang mengikuti situasi Laut Cina Selatan, faham dinamika ancaman perairan sekitar kita, ” ujar Ridlwan di Jakarta ( 4/ 12).

Ridlwan menjelaskan KSAL yang baru juga musti menguasai dan faham peta persenjataan maritim terbaru. Termasuk mengetahui secara detail perlombaan senjata di antara negara negara besar terutama sekitar Indonesia.

“KSAL yang cerdas sangat dibutuhkan agar maritim kita semakin aman dan berwibawa di mata negara lain, ” ujar alumni S2 Kajian Intelijen Universitas Indonesia tersebut.

Syarat ketiga adalah pemahaman bahasa asing dan keahlian diplomasi internasional. “KSAL baru nanti akan menjadi duta utama diplomasi laut kita di fora pergaulan internasional, karena itu pemahaman bahasa asing wajib, lebih utama lagi jika memahami bahasa selain Inggris, ” ujar Ridlwan.

Tiga syarat utama itu, menurut Ridlwan, ada di figur Rektor Universitas Pertahanan Laksmana Madya Prof Dr Amarulla Octavian. “Secara kepangkatan juga masuk karena beliau bintang tiga, ” ujarnya

Prof Octavian lanjut Ridlwan bisa membawa perubahan baik terutama dalam pengembangan kurikulum pendidikan TNI Angkatan Laut. “Ini juga sejalan dengan visi Panglima baru Laksamana Yudo yakni perbaikan kualitas SDM prajurit TNI, termasuk kualitas SDM angkatan laut, ” tutupnya

Untuk Diketahui, Calon Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono sempat menjelaskan usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Panglima TNI di DPR RI. Pada kesempatan tersebut Yudo menuturkan perwira tinggi yang akan mengantikannya tentunya seorang perwira bintang tiga dari Matra laut.

“Ya tidak tahu, rahasia, yang jelas bintang tiga. yang bintang tiga kan ada 5. Yang jelas Angkatan Laut, bintang 3, insialnya kan kan bisa dilihat itu yang Angkat Laut yang bintang 3.” Katanya saat di rumah dinas KSAL di bilangan Menteng, Jakarta Pusat.

Hanya saja, Yudo saat ini belum bisa membeberkan siapa yang akan menggantikanya, pasalnya penunjukan sebagai KSAL menunggu arahan dan perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ya nanti menunggu perintah, nanti menunggu perintah dan kembali lagi bahwa itu adalah hak prerogatif presiden. Nanti kalau saya diminta sarannya, tentunya kita sudah siapkan,” tutupnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *