Ragam Kuliner Jadi Andalan, Kemenparekraf Buka Peluang Usaha dan Lapangan Kerja di Maros Sulsel

  • Whatsapp
Ragam Kuliner Jadi Andalan, Kemenparekraf Buka Peluang Usaha dan Lapangan Kerja di Maros Sulsel

MAROS – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) buka peluang usaha dan lapangan kerja di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. di Kabupaten Maros terkenal dengan beragam kuliner Nusantara dengan cita rasa yang khas.

Melalui kolaborasi bersama diaspora, beragam kuliner serta kriya dan fesyen lokal pun diyakini mampu menembus pasar dunia.

Bacaan Lainnya

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno mengaku optimisme dengan potensi di Kabupaten Maros.

Dalam kesempatan tersebut, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta mengaku mencicipi beragam kuliner khas Maros, seperti jalangkote atau kue mirip pastel, beragam roti Maros serta kerupuk.

Aneka kuliner itu menurutnya bisa dipasarkan melalui program Bangga Buatan Indonesia.

Sehingga kuliner Maros semakin dikenal yang berujung semakin terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.

Hanya saja, lanjutnya, aspek yang perlu ditingkatkan adalah kemasan.

Terkait hal tersebut, Kemenparekraf lewat program Bedah Desain Kuliner Dadakan (Bedakan) menggandeng Rumah Kemasan untuk mempercantik seluruh kemasan milik UMKM.

Selain itu, seluruh produk hasil milik UMKM akan difasilitasi dalam pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

“Harapannya untuk mendorong dan menggerakkan perekonomian masyarakat, kita akan on boarding ke program gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia dengan stimulus sebesar Rp 50 juta per pelaku usaha dan juga voucher melalui Belanja Online Nasional,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Saluran8.com. Selasa (23/11/2021)

Inovasi yang dilakukan diharapkannya tidak hanya meningkatkan penjualan secara lokal, tetapi juga semakin mendunia lewat kolaborasi bersama para dispora di luar negeri.

“Kami berharap bahwa target ekspansi pasar ini bukan hanya lokal, tapi juga nasional dan internasional,” ungkap Sandiaga Uno.

“Karena produk kuliner Maros ini banyak dikenal dan tidak menutup kemungkinan mengikuti program Indonesia Spice Up The World melalui diaspora-diaspora Sulawesi Selatan di luar negeri agar produk-produk ekonomi kreatif Maros ini bisa dikenal dan diekspor,” tutupnya.

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *