Selamatkan Garuda Air, Gerindra: Maskapai Garuda Kebanggan Bangsa Indonesia

Selamatkan Garuda Air, Gerindra: Maskapai Garuda Kebanggan Bangsa Indonesia

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kamrussamad menilai maskapai penerbangan Garuda Indonesia layak diselamatkan. Pasalnya maskapai penerbangan Garuda merupakan kebanggaan rakyat Indonesia.

Untuk menyelamatkan maskapai penerbangan plat merah, Komisi XI DPR RI telah menyetujui suntikan PMN 7,5 triliun rupiah kepada Garuda Air.

Bacaan Lainnya

“Garuda Indonesia di masa lalu memiliki tata kelola korporasi yang buruk diperparah dengan kondisi pandemi Covid-19 sehingga dirasa perlu untuk melakukan Program Restrukturisasi Secara Komprehensif, yang mencakup restrukturisasi keuangan dan operasional, PKPU Homologasi merupakan Gateway untuk menata jumlah pesawat, route dan tarif serta operasional garuda. Kepercayaan Kreditor melalui Perjanjian Perdamaian harus benar benar digunakan sebaik baiknya,” katanya kepada Saluran8.com. Selasa (27/9/2022).

Dalam RDP dengan Garuda Indonesia yang dihadiri Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan saputra dan seluruh Direksi. Kamrussamad memyampaikan dukungan menyelamatkam maskapai penerbangan kebanggaan bangsa Indonesia seiring semangat Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

“Sehingga, sesuai semangat Pak Prabowo, Partai Gerindra sudah menyepakati bahwasanya Garuda Indonesia, maskapai kebanggan bangsa, harus diselamatkan.” Jelas.

Menurut Politisi Partai Gerindra dapil Dapil Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu menjelaskan Garuda Indonesia bukan semata maskapai penerbangan, namun sudah menjadi bagian dari kebanggaan bangsa. Identitas bangsa. Bukan hanya karena nama Indonesia yang melekat pada brandnya, tapi proses kelahirannya tak lepas dari hasil perjuangan para pahlawan Indonesia.

“Sehingga, mismanajemen yang terjadi di tubuh Garuda Indonesia itu tentu harus menjadi pelajaran.¬†Bukan malah jadi alasan untuk mengganti nama atau menutup.”jelasnya.

Namun, Pendapatan Garuda Indonesia terus menurun sejak 2020 dan 2021. Di 2020, kerugian mencapai 2.203 juta USD dan terus meningkat menjadi 3.962 juta USD di 2021. Ini jelas diujung tanduk.

“Karena itu, PMN 7,5 triliun rupiah ini harus dioptimalkan oleh Garuda Indonesia untuk memperbaiki struktur biaya dan neraca. Selain Perbaikan Struktur Biaya dan Neraca, Garuda juga harus komitmen dengan business plan yang sudah disusunnya. Inisiatif-Inisiatif untuk menurunkan beban operasional melalui penurunan lease rate, optimalisasi jumlah dan tipe pesawat, dan optimalisasi rute serta kualitas layanan, harus serius diimplementasikan.”ungkapnya.

“Selain itu, Garuda Indonesia juga harus menghentikan segala tindakan koruptif yang telah menggerogoti perusahaan. Komitmen seluruh jajaran harus benar-benar dijalankan.” Tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *