Serangan Jantung Diduga Jadi Penyebab Didi Kempot Meninggal

  • Whatsapp
Serangan jantung diduga jadi penyebab Didi Kempot meninggal (net)
Serangan jantung diduga jadi penyebab Didi Kempot meninggal (net)

SURAKARTA – Salah satu penyanyi legenda dunia Didi Kempot dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya di RS Kasih Ibu Solo pada Hari Selasa (5/5/2020). Penyanyi campur sari itu dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Hal ini dikonfirmasi oleh Divan Fernandez, Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu.

Bacaan Lainnya

“Datang dalam kondisi tak sadar. Kita lakukan upaya pertolongan semaksimal mungkin, tapi akhirnya meninggal,” kata dia.

“Betul, meninggal pagi ini di RS Kasih Ibu. Sudah saya cek ke dokter jaga,” lanjutnya.

Hingga kini penyebab kematian Didi Kempot diduga akibat mengalami serangan jantung.

Dr dr Antonia Anna Lukito, SpJP(K), FIHA FSCAI, FAPSIC dari Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI) dan Pokja Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengungkapkan bahwa serangan jantung bisa saja terjadi dalam waktu yang sangat sulit untuk bisa diselamatkan.

Apalagi, sebagian kematian yang disebabkan serangan jantung tak memiliki gejala.

“Pada umumnya, kasus kematian jantung mendadak disebabkan oleh gangguan irama jantung yang mendadak korslet,” katanya.

Dalam beberapa kasus, irama detak jantung seseorang yang mengalami serangan jantung bisa mnejadi dua kali lipat lebih cepat sekitar 150 hingga 200 kali tiap menitnya. Padahal detak jantung normal ada sekitar 60 hingga 80 kali tiap menit.

“Terlalu cepat sehingga jantung tidak memompa dengan efektif. Saat denyut jantung berdetak cepat sekali, itu membuat darah yang dikeluarkan tidak banyak,” ungkapnya.

“Karena kan jantung harus isi darah, buang, isi, buang. Nah, kalau denyutnya sangat cepat, dia (jantung) tidak sempat mengisi (darah), jadi enggak ada yang dibuang,” sambung Anthonia.

Jantung akan berdenyut dengan sangat cepat namun tak bisa menyalurkan darah ke seluruh organ tubuh termasuk otak. Jika otak tidak mendapat suplai darah dalam waktu empat menit saja, maka penderitanya bisa tak sadarkan diri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *