Tak Berizin, Kapal Pengeruk Pasir Laut Ditutup oleh KKP

Kapal Pengeruk Pasir Laut Ditutup oleh KKP Tanpa Izin.

Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menghentikan aktivitas satu unit kapal hisap pasir laut yang melakukan pengerukan pasir laut tanpa memiliki dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Hasil pemeriksaan KP Hiu 06 mengungkapkan bahwa kapal ini melakukan kegiatan penghisapan atau pengerukan pasir laut tanpa izin dari KKP dan juga tanpa izin dasar PKKPRL.

Bacaan Lainnya

Aktivitas kapal MV VOX MAXIMA berhasil dihentikan di Perairan Teluk Jakarta dengan muatan pasir laut sebanyak 24.000 m3 dari hasil satu kali operasi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Adin Nurawaluddin menyatakan bahwa pelaku usaha yakni PT HLS yang menyewa atau mengontrak kapal MV VOX MAXIMA harus melengkapi dokumen perizinan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam hal ini Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL).

Setelah disegel, kapal yang menampung 40 orang awak kapal tersebut dikawal menuju Pelabuhan Tanjung Priok untuk diproses lebih lanjut.

Direktur induk perusahaan PT HLS yang menggunakan jasa kapal MV VOX MAXIMA menyatakan bahwa ia akan patuh dan mengikuti aturan yang berlaku.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *