Diduga Aniyaya Warga Pamulang, TNI AL Tindak Tegas Prajurit Pelanggar Hukum

  • Whatsapp
TNI AL Tindak Tegas Prajurit Pelanggar Hukum

JAKARTA – TNI Angkatan Laut (TNI AL) tidak akan segan akan memberikan tindakan tegas jika kedapatan prajurit TNI AL yang melakukan pelanggaran hukum. Tindakan tegas merupakan komitmen TNI AL dalam kedisiplinan prajurit TNI.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispen AL), Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono mengatakan penegasan tersebut menanggapi adanya dugaan prajurit AL yang melakukan penganiayaan terhadap dua warga Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

Bacaan Lainnya

Oknum TNI AL yang melakukan pemukulan diketahui berpangkat Mayor dengan identitas BH. Warga yang jadi korban penganiayaan mengalami luka memar dibagian wajah pelipis sebelah kanan akibat pukulan oknum anggota TNI AL tersebut.

“Bahwa oknum TNI AL tersebut saat ini sudah ditahan di Markas POM TNI AL Lantamal III Jakarta sejak Senin kemarin,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Saluran8.com, Rabu (12/1/2022).

Julius menerangkan oknum tersebut  saat ini telah diproses hukum dan statusnya sebagai tersangka. Penyidikan terhadap tersangka sedang berlangsung dan akan diproses secepatnya.

“Kalau sudah terbukti melanggar, tidak ada seorang pun anggota TNI AL yang bersalah yang lolos dari jerat hukum. Masalah ini perlu ditindaklanjuti,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono juga telah menegaskan tidak akan ada prajurit yang lolos dari hukum apabila terbukti melakukan tindak pidana. Hal ini sudah menjadi komitmen dari Institusi TNI mulai dari Panglima TNI dan jajaran dibawahnya bahwa prajurit yang salah akan diproses secara hukum.

Untuk diketahui, tindak penganiayaan yang dilakukan oknum TNI AL tersebut berawal saat korban bersama dengan anaknya yang sedang berbocengan menggunakan Kendaraan roda 2, pada Minggu (9/1/2022) sekitar pukul 17.40 WIB.

Diperjalanan korban bertemu dengan oknum TNI AL yang menggunakan kendaraan roda 4 pada posisi bersebelah jalan atau dari dua arah yang berlawanan. Oknum TNI AL meminta mereka untuk berhenti dan meminggirkan kendaraannya, kemudian terjadi kesalahpahaman yang menyebabkan terjadi Tindakan penganiayaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *